Postingan

Optimalisasi Proses pendidikan

OPTIMALISASI PROSES; Dalam Mewujudkan Pendidikan Lebih Baik Sistem pendidikan merupakan salah satu hal penting bagi sebuah Negara. Sudah sepatutnya, pendidikan menjadi perhatian khusus oleh setiap Negara. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan sistem pendidikan yang baik bagi setiap warganya. Tidak terkecuali Indonesia. Nyaris setiap tahun pemerintah negeri ini memperbaiki system pendidikan kearah yang lebih baik. Indonesia adalah   bangsa yang berbudaya dan memiliki falsafah atau pandangan hidup yang diyakini kebenarannya sampai saat ini . B angsa Indonesia di tuntut untuk mulai menyadari pentingnya proses pendidikan , m aka dari itu optimalisasi dalam proses pendidikan harus dimaksimalkan untuk mencapai cita-cita I ndonesia itu sendiri. P endidikan I ndonesia harus mampu meng h asilkan output   yang dapat meng h adapi tantangan zaman yang semakin hari semakin ketat. Terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). K alau k ita me lihat bersama sistem...

Salbut

Salbut Saya sungguh familiar dengan istilah pendidikan itu. Sejak bersekolah di taman kanak-kanak atau TK, saya sudah diperkenalkan dengan pendidikan. Sudah berapa tahun silam perasaan dan pikiran ini menyatu bersama pendidikan. Kalau boleh saya berkomentar, kondisi pendidikan republik saya sangat memprihatinkan. Memprihatinkan dalam maksud, perlu diperhatikan dan dibangkitkan. Ramai di berbagai media seakan mencekik kehidupan pendidikan di Indonesia. Berita tak mengenakkan acap kali disuguhi kepada khalayak umum. Mulai dari pelaksana pendidikan, kasus mencuat ; guru sodomi para siswinya. Hingga pada sistem pendidikan yang ruwet bagai benang kusut. Tak jelas arah, tujuan dan programnya. Sehingga organ yang menjalankan juga salbut (bahasa Madura, salbut= berantakan). Kontrol dari pemangku kebijakan masih belum efektif. Dampak terbesar dari semua itu adalah para peserta didik gagal bersaing dengan warga tetangga. Tak heran, banyak warga Indonesia menggantungkan nasibnya di ne...

Manusia Malaikat

          Malam itu kembali aku melihat purnama terlelap dalam dekapan malam, angin be r nyanyi dengan irama kesunyian.   Kehidupan ini tak dapat dilukis sesuai dengan apa yang di harapkan, sebab putaran roda waktu terus mendesak pergi menjauhi kehampaan ini sendiri dalam tangis, namun, tak berair mata.   semenjak ayah pergi meninggalkan ibu dan diriku jauh kelorong tak berrujung itu, hingga aku dan ibu harus menjalani kehidupan ini dengan penuh pengorbanan   yang sangat melelahkan.           Hari menyisir   waktu, membantai tumpukan belati kejalan yang berbatu, harapan tak henti-hentinya berteriak dalam ruang tak berpintu, mengharapkan semua ini berahir bersama petualangan senja yang setia menemani terlelabnya mentari, “matahari telah tenggelam, ibu harap kau masih mampu menatap hari esok…! Walau semua itu akan terasa mencabik jiwa dan ragamu.” Sangat begitu lembut s...